PEMBANGUNAN BERKEADILAN

Posted: 22 Juni 2011 in Artikel, SHARED
Tag:,

Inpres tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan


Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan yang berkeadilan, yang meliputi program prorakyat, keadilan untuk semua, dan pencapaian tujuan pembangunan millennium (MDG’s).

Dalam Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan disebutkan bahwa program prorakyat difokuskan pada program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga; program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat; dan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

Sementara program keadilan untuk semua fokus pada program keadilan bagi anak; program keadilan bagi perempuan; program keadilan di bidang ketenagakerjaan; program keadilan di bidang bantuan hukum; program keadilan di bidang reformasi hukum dan peradilan; dan program keadlan bagi kelompok miskin dan terpinggirkan.

Untuk program pencapaian tujuan pembangunan millennium fokus pada sejumlah program. Antara lain, program pemberantasan kemiskinan dan kelaparan; program pencapaian pendidikan dasar untuk semua; program pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; program penurunan angka kematian anak; dan program kesehatan ibu.

Pengambilan langkah-langkah pelaksanaan program itu berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014, dan merujuk pada hasil Rapat Kerja Presiden dengan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi se-Indonesia, serta hasil diskusi yang mendalam dengan para pakar, perwakilan dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya pada 19-21 April 2010 di Istana Tampak Siring, Bali.

Inpres yang berlaku mulai 21 April 2010 itu menginstruksikan para Menteri Koordinator (Menko) untuk mengoordinasikan program-program kementerian/lembaga yang berada di bawah ruang lingkup tugas dan koordinasi masing-masing.

Para Menko itu melaporkan secara berkala hasil koordinasi pelaksanaan program-program kepada Presiden dalam Sidang Kabinet.

Sementara para Menteri dan Kepala Lembaga yang bertindak sebagai penanggung jawab pelaksanaan program-program, diinstruksikan mengoordinasikan pelaksanaan program-program tersebut sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Sedangkan para gubernur diinstruksikan untuk melaksanakan program-program yang menjadi tanggung jawabnya, dan mengoordinasikan bupati/walikota dalam pelaksanaan program –program di wilayahnya masing-masing. (ra)

Tiga Arahan Menuju Pembangunan Berkeadilan
Jakarta, MINDCOMMONLINE.COM – Mewujudkan masyarakat adil dan makmur adalah tugas suci yang diemban semua pemimpin, siapa pun orangnya, di Indonesia. Rezim boleh berganti, tapi tugas suci itu tak pernah berubah.

Masyarakat akan makmur bila pembangunan merata. Agar memenuhi unsur keadilan, pembangunan tersebut haruslah pembangunan berkeadilan. Hal itu mendapat perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kerja Presiden, yang berlangsung sejak Senin (19/4) hingga Rabu (21/4).

Ada tiga arahan SBY menyangkut pembangunan berkeadilan tersebut. Pertama, mengatasi masalah sosial dari sisi hulu. Ada prakondisi yang membuat berbagai persoalan itu muncul ke permukaan seperti kemiskinan yang absolut, masalah kerusakan lingkungan hidup, dan juga keterbelakangan wilayah. “Kita harus mengatasi masalah riil masyarakat agar tak menimbulkan persoalan baru,” kata Presiden.

Kedua, sisi pencegahan juga sangat penting. Pendidikan harus menjamah seluruh rumah tangga di Indonesia. tak hanya pendidikan melalui pusat-pusat pendidikan seperti sekolah, melainkan juga pendidikan melalui berbagai bimbingan dan penyuluhan agar ada perubahan gaya hidup.

“Keluarga Berencana juga harus sukses dan kita hidupkan kembali,” ucapnya.

Dia mengingatkan, jangan sampai keluarga-keluarga yang terus tumbuh tanpa rencana pada akhirnya nanti malah menghasilkan anak telantar, anak yang bermasalah dengan hukum, atau juga anak yang terjerat narkoba. Selain meningkatkan penghasilan, aparat Pemerintah juga harus mengusahakan supaya keluarga di Indonesia mengetahui gaya hidup yang benar.

Ketiga, membuat langkah-langkah efektif untuk mengatasi masalah yang sudah banyak di Indonesia. “Anggaran Pemerintah harus didistribusikan dengan tepat sasaran dan tepat tujuan untuk menangani masalah secara efektif,” kata Presiden.

Pembangunan ekonomi juga harus menyentuh sampai ke desa-desa. Dukungan pada usaha kecil dan menengah, misalnya, bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki situasi.

“Jangan lupa ada juga program-program kemanusiaan dari dunia usaha yang bisa berperan,” Presiden menjelaskan.

Menurut SBY, ketiga arahan itu penting agar pembangunan kita tidak sekadar mengejar angka-angka makro seperti pendapatan per kapita. Harus ada intervensi negara untuk menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan berkeadilan.

“Kita harus membuat program yang tepat karena masih banyak warga negara yang memiliki masalah sosial. Ini adalah amanah bagi kita untuk menanganinya dengan baik. Kita harus memotret secara lebih tajam ke dalam kelompok-kelompok yang tertinggal dan bermasalah,” SBY memaparkan.

Selain ketiga arahan tersebut, Presiden juga memberi 10 arahan di bidang pembangunan ekonomi.

1. Pertumbuhan pembangunan ekonomi harus lebih tinggi.
2. Pengangguran harus menurun dengan menciptakan lapangan kerja lebih banyak.
3. Tingkat kemiskinan harus semakin menurun.
4. Pendapatan per kapita harus meningkat.
5. Stabilitas ekonomi terjaga.
6. Pembiayaan (financing) dari dalam negeri harus kuat dan meningkat.
7. Ketahanan pangan dan air meningkat.
8. Ketahanan energi meningkat.
9. Daya saing ekonomi harus semakin meningkat.
10. Memperkuat green economy atau ekonomi ramah lingkungan.

Presiden memberikan arahan ini setelah menimbang bahwa ekonomi Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat. Setidaknya, Presiden mencatat ada lima peluang yang harus kita manfaatkan.

Pertama, pertumbuhan ekonomi Asia Timur sedang tinggi, bahkan yang tertinggi di dunia. “Yang saya maksud di sini adalah Asia Timur dalam arti luas, termasuk India, ASEAN, Australia, dan Selandia Baru,” kata Presiden SBY.

Kedua, ekonomi indonesia sudah terintegrasi dengan kawasan yang sedang tumbuh pesat tadi. “Ini adalah pendekatan geo-ekonomi,” Presiden menambahkan.

Ketiga, Indonesia punya modal yang luar biasa berupa daya tahan ekonomi yang sangat kuat. Itu terbukti pada saat dunia mengalami krisis ekonomi kita masih tetap tumbuh positif sebesar 4,5% tahun 2009 lalu.

Keempat, kapasitas dan potensi ekonomi secara nasional yang masih besar. Potensi kewilayahan, industri, pertanian, dan sektor jasa di Indonesia masih bisa berkembang lebih tinggi lagi.

Kelima, kita bisa menikmati pertumbuhan di masa sulit kendati masih ada banyak masalah internal yang menghambat atau bottlenecking. Berbagai masalah internal itu termasuk pula ekonomi biaya tinggi maupun iklim investasi yang belum optimal.

“Artinya, masih ada ruang untuk tumbuh lebih besar. Maka saya optimistis jika masalah internal itu bisa kita atasi, Indonesia akan tumbuh lebih cepat lagi,” tutur Presiden. (ra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s